Isnin, 1 Ogos 2016

Kesaksian Hidup Mike Mohede


Setelah kejayaan di Indonesian Idol telah membawa namanya bersinar di industri muzik Indonesia. Ingin tahu bagaimana kisahnya menyisihkan ratusan bahkan ribuan peserta kancah pencarian bakat tersebut. Setelah mencari waktu yang tepat, tanggal 20 Julai lalu pasukan Praise diberi kesempatan untuk mewawancaranya di sebuah studio muzik, di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Perjuangan yang cukup panjang di Indonesian Idol membuat pemuda bertubuh tambun ini semakin merasakan bagaimana indahnya janji Tuhan yang sangat ia percaya. Kejayaan memenangi kancah pencarian bakat tersebut tahun 2005 lalu telah membuka jalan bagi pemilik nama lengkap Michael Prabawa Mohede melaju di dunia muzik Indonesia.

Bagi putera pasangan Amin Yudhayani dan Arthur Mohede Jr ini menyanyi adalah hobi yang sudah ia gemari sejak umur 6 tahun. Sejak kecil pula ia sudah bergabung dalam kelompok Paduan Suara di gereja tempatnya beribadah.

Menyedari bahwa Tuhan sudah menitipkan suatu karunia yang indah dalam hidupnya, sejak tahun 2003 lalu Mike sudah memperdalam kualiti vokalnya dengan serius belajar vokal di lembaga muzik Farabi selama 1.5 tahun.

Apapun yang kita lakukan untuk memperdalam dan mengembangkan bakat yang sudah Tuhan beri, pasti Tuhan akan terus membuka jalan. Begitu juga dengan yang dialami Mike, setelah acara Indonesian Idol berlalu, ia dipercaya oleh seluruh rakyat Indonesia untuk mewakili negeri ini ‘bertarung’ melawan para pemenang Idol dari berbagai Negara di Asia, dalam Asian Idol tahun 2007. Membawa suatu amanat orang ramai bukanlah hal yang mudah, kerana itu dalam setiap kesempatan tampil di atas pentas, Mike selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, yang ia tujukan bukan hanya untuk manusia tapi juga untuk Tuhan. “Semua yang saya inginkan selama saya hidup Tuhan selalu berikan. Saya cuma berdoa minta pada Tuhan dan Tuhan kasih. Saya hidup sebenarnya cuma modal kosong,” ujar pemuda kelahiran Jakarta, 7 November 1983 itu.

Saat pertama kali Indonesia Idol dimulai, tahun 2004 lalu, sebenarnya Mike sudah ingin mengikutinya, tapi kerana ia telah mendaftar akhirnya iapun gagal. Tapi ternyata Tuhan punya waktu dan rencana yang tepat untuknya. Sehingga pada tahun berikutnya saat ia kembali mendaftarkan diri, ia dapat terus melaju sampai menuju kemenangan yang sudah ia raih. Meski berjalan lancar, bukan bererti Mike tidak mengalami kecemasan dan ketakutan. “Selama proses audisi itu saya terus berdoa ‘Bapa Kami’. Saya percaya ketika kita setia pada Tuhan, maka Tuhan pasti setia untuk menepati janji-Nya,” tutur pemuda yang berpedoman pada ayat kegemarannya di Roma 8:31.

TUHAN PASTI SANGGUP

Dalam album repackage Maria Shandi, ‘Kupercaya JanjiMu’, Mike didaulat untuk menyumbangkan suara emasnya di lagu ‘Tuhan Pasti Sanggup’. Mike yang menyambut tawaran yang menggembirakan itu tak pernah berfikir panjang untuk menyanyi lagu rohani seperti kerinduan hatinya saat ini.

“Saya ingin sekali membuat album rohani, tapi kerana membuat album itu tidak seperti membuat kacang goreng, kerana itu kerinduan saya masih menjadi pergumulan. Tapi saya percaya suatu saat pasti akan Tuhan berikan,” harap pengagum Brian Mcknight dan Ron Kenoly itu.

Mike sangat bersyukur kerana mendapat kepercayaan untuk menjadi penyanyi undangan di album Maria Shandi, kerana selain lagu tersebut memiliki pesan rohani yang indah, ternyata Mike juga mengagumi Maria Shandi. “Dia penyanyi yang tidak sembarangan. Seorang penyanyi yang jika bernyanyi pasti pesan rohaninya sampai, reputasinya juga bagus,” puji Mike mengenai Maria Shandi.

Dalam menyanyikan lagu pujian di setiap pelayanannya, Mike selalu memberi yang lebih baik lagi berbanding bernyanyi lagu sekular. “Nyanyi lagu sekular atau rohani sama saja, hanya saja kalau nyanyi lagu rohani lebih kepada ’memberi rasa’ lagu tersebut. Nyanyi lagu rohani itu bagi saya seperti saat saya lagi telefon Tuhan dan ingin menyampaikan sesuatu. Tidak ada batasan dan lebih kuat intinya.”





Bagi Mike lagu ‘Tuhan Pasti Sanggup’ merupakan jawaban dari lagu ‘Tetap Setia’ (ciptaan Sari Simorangkir) yang selalu ia nyanyikan jika ia diundang untuk pelayanan pujian. Kerana itu ia berharap setiap orang percaya dapat merasakan pesan dari lagu tersebut untuk menyegarkan kembali hidup mereka, kerana Tuhan pasti sanggup.

Mike pernah menerima kesaksian mengenai lagu ‘Tuhan Pasti Sanggup’ yang ia dengar langsung saat ia selesai pelayanan di suatu tempat. Saat itu Mike didatangi oleh seseorang yang menceritakan bahawa ia dikuatkan dengan lagu itu, saat orang tersebut mengalami patah semangat.

Menjadi public figure tidak selalu harus mengikuti arus dunia ini. Itu terlihat dalam diri Mike yang sederhana dan rendah hati, seperti yang PRAISE saksikan saat mewawancaranya. “Kalau ada orang yang berjaya kemudian ia ‘jatuh’ terjerembab itu salahnya sendiri,” terang pemuda yang ketika SMP juga pernah ketagihan rokok, tapi kini ia sudah tidak melakukan kebiasaan buruk itu lagi.

Mike juga pernah mengalami masa-masa suram di mana ia merasa seperti tak punya arah dan pedoman saat sang papa tercinta harus kembali ke rumah Bapa di syurga, saat Mike berumur 18 tahun. Saat itu ia hampir tidak dapat menerima kenyataan kalau papanya sudah tiada. Itu adalah suatu hal yang manusiawi, tapi bukan manusia namanya kalau ia tidak mampu bangkit dari kecelakaan yang dialami. “Pada mulanya saya tak tahu apa nak dibuat. Papa itu tonggak kehidupan kami. Dari situ saya dapat satu hikmat. Saya sudah punya bakat yang Tuhan beri, punya keluarga yang selalu dukung saya. Kenapa harus sedih? Bukankah saya punya seorang Bapa yang lebih dahsyat, Bapa yang lebih mengenal saya, yang selalu lebih tahu saya. Saya punya pengharapan baru untuk menjalani hidup ini,” papar anggota sidang GPIB Filadelfia, Bintaro Jaya itu.

Mike Mohede dengan album pertamanya
berjudul "Mike" dikeluarkan pada 2005
Berkarir di dunia seni suara adalah pilihan hidup Mike, bukan kerana Mike tidak mempunyai kemahiran di bidang lain, tapi kerana ia merasa bahwa panggilan hidupnya adalah muzik. Kerana itu ketika ia bekerja untuk menghibur orang lain di atas pentas, Mike sentiasa melakukan itu dengan sepenuh hati. “Mensyukuri setiap hal sekalipun kecil dan dapat mengaplikasikan kasih Tuhan itu adalah suatu bentuk ungkapan penyembahan saya kepada Tuhan,” tutur pemuda yang juga suka membaca kitab Mazmur walau tidak mengerti istilah ‘Sela’ dalam kitab tersebut.

Bagi pemuda yang hobinya berenang dan membaca novel atau komik ini, kejayaan adalah ketika kita sudah dapat mencapai satu fasa kehidupan yang lebih tinggi dari sebelumnya itulah makna kejayaan yang sejati. Kerana itu pula Mike tidak pernah lupa untuk melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. “Saya dapat hidup dan berkarir itu kerana Dia. Yesus itu sumber kekuatan saya, sumber inspirasi saya. Sejauh mana hubungan saya dengan Tuhan? Biar Dia saja dan saya yang tahu,” ungkap pemuda yang memiliki berat badan 115 kg itu.

SAYANG MAMA

Bulat, hitam, simple, galak, pemalas tapi penuh kasih sayang. Itu sedikit gambaran singkat mengenai fisik Mike yang punya kebiasaan buruk (maaf ya) suka buang gas. Ternyata Mike juga sangat menyayangi sang bunda. Tapi bukan bererti Mike itu jenis pemuda ‘anak mama’, meski menjadi anak bungsu yang kerap mendapat perlakuan istimewa dari seluruh keluarga, bagi Mike sendiri semua yang ia dapatkan sama saja seperti yang didapatkan oleh abang dan kakaknya.

Satu lagi kebiasaan Mike, iaitu sering meminta sang mama untuk menggaruk-garuk belakangnya. Mike menyedari bahwa keluarga adalah tempat ia bertumbuh dan merasakan kebaikan Tuhan melalui orang-orang terdekat. “Keluarga adalah ‘larutan penyegar’ saat saya ‘panas dalam’. Dan peminat pertama sekali sebelum saya dikenal ramai orang. Kerana kalau saya bernyanyi mereka yang pertama kali dengar,” ujar pemuda yang telah mengeluarkan album sekular bertajuk ‘MIKE’ tahun 2005 lalu.

Dalam segi gaya hidup, kemashyuran nama yang kini ia sandangpun tak membuatnya seperti ‘kacang melupakan kulit’. Misalnya saja dalam urusan makanan, Mike lebih memilih masakan mama tercinta di rumah daripada makanan di luar rumah. Juga dalam melayani para peminat yang menggemarinya. Mike pasti memberi waktunya untuk menjawab setiap email atau telefon dari para peminatnya. “Ertinya para peminat sangat besar dalam karir saya, kalau tidak ada mereka saya juga tidak akan seperti sekarang ini. Mereka bukan hanya mendukung saat nyanyi tapi juga mendukung dalam doa. Tapi ada juga para peminat yang tidak mengerti batasan-batasan privasi” ujar Mike tentang peminat-peminatnya.

Selain peribadi yang rendah hati, Mike juga mempunyai jiwa prihatin sosial yang tinggi. Ia pernah ‘berkeliling’ selama tiga Minggu ke Jepun dan Amerika untuk ikut ambil bahagian dalam projek pengumpulan dana untuk mendukung kemudahan pendidikan di Papua.

Kini setelah mengalami begitu banyak karya Tuhan yang luar biasa dalam hidupnya. Tentu saja Mike semakin lebih mantap mencintai Tuhan juga semua orang di sekelilingnya yang sudah Tuhan percayakan iaitu keluarga dan pasangan hidupnya (pacar, tapi masih rahsia). Tapi Mike masih memendam satu cita-cita lagi yang belum dapat ia wujudkan. “Saya ingin belikan mama saya rumah,” harapnya. Semoga Mike dapat segera mewujudkan mimpinya ya. Kita doakan saja.

Beberapa tahun lalu Mike sudah mengeluarkan album rohani perdananya, bertajuk "Kemenanganku". Album tersebut merupakan album kegemaran peribadi saya yang akan selalu menemani saya di iPod saya. Ayuh, beli albumnya di kedai CD terdekat atau boleh juga melalui iTunes.

Nota: Mike Mohede telah meninggal dunia akibat serangan jantung ketika tidur petang di rumahnya pada 31 Julai 2016. RIP Mike. 

(Dialihbahasakan daripada artikel blog David Kristianto bertajuk, "Kesaksian Hidup Mike Mohede")